Tuesday, January 8, 2019

THE ADVENTURE OF LOGOS

Ekstrakurikuler LOGOS pada tanggal 23-24 Nopember 2018 mengadakan acara “THE ADVENTURE OF LOGOS” ke tiga lokasi yaitu PLTA Ubrug, BMKG Kab. Sukabumi, dan Kampung adat Sinaresmi. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 79 siswa dan 7 orang pembimbing.
Pada tanggal 23 November 2018, pertama kami berkumpul di Aula MAN 1 Sukabumi dan melakukan check-in di masjid.  Lalu kami berangkat menuju tempat yang pertama yaitu PLTA Ubrug pada pukul 08.00 dan sampai pukul 09.00 WIB.
Disambut oleh jajaran pimpinan PLTA, kami mendapatkan penjelasan secara langsung terkait dengan keberadaan salah satu PLTA yang ada Kabupaten Sukabumi ini. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ubrug. PLTA Ubrug sendiri merupakan salah satu bangunan warisan dari penjajahan pada zaman Belanda, yang dibangun pada tahun 1923.


Pembangkit Listrik Tenaga Air Ubrug mempunyai jumlah pembangkit 3 buah dengan kapasitas 18 megawatt, yang hasil aliran listriknya dialirkan ke daerah-daerah di Pulau Jawa dan Bali. Tegangannya dimulai dari 20 kilovolt, 50 kilovolt, 100 kilovolt hingga 150 kilovolt.
Setelah mengunjungi PLTA Ubrug kami beristirahat dan makan di masjid Warungkiara sampai pukul 13.00 menuju ke BMKG Observatori Geofisika.


Sampai di BMKG pukul 13.45 30 WIB kami mendapatkan penjelasan dan mengamati secara langsung proses kerja BMKG sampai dengan pukul 15.30 WIB. BMKG observatori Geofisika Palabuhanratu adalah tempat prakiraan cuaca yang ada di Palabuhanratu. BMKG mempunyai tugas yaitu melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika.

Setelah itu, kami menuju ke penginapan untuk shalat dan tadarus lalu makan bersama. Setelah pukul 19.30 WIB  kami mengadakan sesi LCC dan games di penginapan sampai pukul 22.00 WIB.
Setelah itu,  kami langsung beristirahat.

Dipagi hari pada pukul 05.30 WIB sampai 07.00 WIB kami senam dan games di pantai lalu sarapan dan ganti baju.
Setelah ganti baju kami menuju tempat kunjungan terakhir yaitu Kampung Adat Sinar Resmi.
Kami berangkat pada pukul 08.00 WIB dan sampai kurang lebih pukul 09.30 WIB.

Kampung Adat Sinar Resmi yang termasuk Kesatuan adat Banten kidul, adalah komunitas masyarakat adat yang tersebar di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun yang termasuk wilayah Provinsi Jawa Barat dan Banten. Komunitas yang terdiri dari beberapa “Kasepuhan” ini, secara etnis adalah Urang Sunda sebagaimana juga komunitas Kanekes yang lebih terkenal dengan sebutan Urang Baduy.
Berdosimili di desa Sirna Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, namun banyak “incu putu” kasepuhan Sinar Resmi yang berdomisili diluar Desa Sirna Resmi bahkan ada diantaranya yang berdomisili di wilayah Provinsi Banten.
Dipimpin oleh seorang pemangku adat atau kasepuhan bernama Abah Asep Nugraha. Abah Asep dan masyarakat adatnya yang dikenal dengan sebutan: incu putu.
Warga adat Banten kidul ini tidak sepenuhnya berpegang pada “buyut” dan tali paranti kanekes, akan tetapi secara umum, kehidupan mereka sehari-hari banyak diwarnai oleh adat kebiasaan orang kanekes, terutama dalam kearifan menyikapi alam dan lingkungan. Kasepuhan Sinar Resmi hingga saat ini masih memiliki dan memelihara kelestarian benih padi sekitar 64 jenis varietas padi lokal terdiri dari padi huma dan padi sawah.
Alahmdulillah acara selama dua hari ini selesai sesuai dengan waktunya dan kami kembali ke sekolah. Setelah itu pulang ke rumah masing-masing.

Berdasarkan pengalaman yang kami dapatkan dari perjalanan Rihlah ilmiah ke 3 tempat diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa Kabupaten Sukabumi, memiliki tempat bersejarah dan sumber ilmu pengetahuan yang masih harus banyak digali kembali. Dengan mendatanginya secara langsung kita bisa bertemu dengan narasumbernya secara langsung. Perjalanan Rihlah ilmiah ini sangat bermanfaat untuk siswa, sangat baik bila terus dilaksanakan dari tahun ke tahun dengan tempat yang berbeda; yang kaya akan sejarah dan ilmu pengetahuan agar wawasan siswa meningkat. Sampai kembali di perjalanan lain yang berikutnya... (red/GM-11/18)


EmoticonEmoticon