Ekstrakurikuler
LOGOS pada tanggal 23-24 Nopember 2018 mengadakan acara “THE ADVENTURE OF
LOGOS” ke tiga lokasi yaitu PLTA Ubrug, BMKG Kab. Sukabumi, dan Kampung adat
Sinaresmi. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 79 siswa dan 7
orang pembimbing.
Pada
tanggal 23 November 2018, pertama kami berkumpul di Aula MAN 1 Sukabumi dan
melakukan check-in di masjid. Lalu kami berangkat menuju tempat yang
pertama yaitu PLTA Ubrug pada pukul 08.00 dan sampai pukul 09.00 WIB.
Disambut oleh jajaran
pimpinan PLTA, kami mendapatkan penjelasan secara langsung terkait dengan
keberadaan salah satu PLTA yang ada Kabupaten Sukabumi ini. Pembangkit Listrik
Tenaga Air (PLTA) Ubrug. PLTA Ubrug sendiri merupakan salah satu bangunan
warisan dari penjajahan pada zaman Belanda, yang dibangun pada tahun 1923.
Pembangkit
Listrik Tenaga Air Ubrug mempunyai jumlah pembangkit 3 buah dengan kapasitas 18
megawatt, yang hasil aliran listriknya dialirkan ke daerah-daerah di Pulau Jawa
dan Bali. Tegangannya dimulai dari 20 kilovolt, 50 kilovolt, 100 kilovolt
hingga 150 kilovolt.
Setelah mengunjungi
PLTA Ubrug kami beristirahat dan makan di masjid Warungkiara sampai pukul 13.00
menuju ke BMKG Observatori Geofisika.Sampai di BMKG pukul 13.45 30 WIB kami mendapatkan penjelasan dan mengamati secara langsung proses kerja BMKG sampai dengan pukul 15.30 WIB. BMKG observatori Geofisika Palabuhanratu adalah tempat prakiraan cuaca yang ada di Palabuhanratu. BMKG mempunyai tugas yaitu melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika.
Setelah
itu, kami menuju ke penginapan untuk shalat dan tadarus lalu makan bersama. Setelah
pukul 19.30 WIB kami mengadakan sesi LCC
dan games di penginapan sampai pukul
22.00 WIB.
Setelah
itu, kami langsung beristirahat.
Dipagi
hari pada pukul 05.30 WIB sampai 07.00 WIB kami senam dan games di pantai lalu
sarapan dan ganti baju.
Setelah
ganti baju kami menuju tempat kunjungan terakhir yaitu Kampung Adat Sinar
Resmi.
Kami
berangkat pada pukul 08.00 WIB dan sampai kurang lebih pukul 09.30 WIB.
Kampung Adat Sinar Resmi yang termasuk Kesatuan adat Banten kidul, adalah komunitas masyarakat adat yang tersebar di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun yang termasuk wilayah Provinsi Jawa Barat dan Banten. Komunitas yang terdiri dari beberapa “Kasepuhan” ini, secara etnis adalah Urang Sunda sebagaimana juga komunitas Kanekes yang lebih terkenal dengan sebutan Urang Baduy.
Berdosimili di desa Sirna Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, namun banyak “incu putu” kasepuhan Sinar Resmi yang berdomisili diluar Desa Sirna Resmi bahkan ada diantaranya yang berdomisili di wilayah Provinsi Banten.
Dipimpin
oleh seorang pemangku adat atau kasepuhan bernama Abah Asep Nugraha. Abah Asep
dan masyarakat adatnya yang dikenal dengan sebutan: incu putu.
Warga
adat Banten kidul ini tidak sepenuhnya berpegang pada “buyut” dan tali paranti
kanekes, akan tetapi secara umum, kehidupan mereka sehari-hari banyak diwarnai
oleh adat kebiasaan orang kanekes, terutama dalam kearifan menyikapi alam dan
lingkungan. Kasepuhan Sinar Resmi hingga saat ini masih memiliki dan memelihara
kelestarian benih padi sekitar 64 jenis varietas padi lokal terdiri dari padi
huma dan padi sawah.
Alahmdulillah
acara selama dua hari ini selesai sesuai dengan waktunya dan kami kembali ke
sekolah. Setelah itu pulang ke rumah masing-masing.




EmoticonEmoticon